Mobil mungkin sudah menjadi salah satu kebutuhan untuk keluarga baru. Atau ada juga yang sudah menjadi hobi ataupun klangenan. Namun harga mobil baru saat ini cukup menguras kantong. Bagi yang berduit sih memang ga jadi masalah. tapi bagi yang dananya mepet, perlu pertimbangan khusus. Memang metode kredit banyak ditawarkan dan menggiurkan di awal, tapi lebih baik dihindari lah, karena mobil salah satu aset yang kemungkinan nilainya akan terus menyusut. Solusi paling tepat adalah membeli mobil bekas. Lalu apa saja yang perlu dipelajari sebelum membeli mobil bekas?

Banyak faktor yang harus dipelajari sebelum membeli mobil bekas, seperti cara mengecek mobil bekas yang baik, mulai dari mesin, kerangka, maupun eksterior dan interior. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah estimasi untuk perbaikan dan pajak kendaraan (serta mungkin bea balik nama).

Berbeda dengan mobil baru apapun, yang minimal 2-3 tahun akan membuat kita worry-free. Mobil bekas membutuhkan banyak pertimbangan. Selain kondisi, harga, jangan lupakan mengecek berapa pajak yang harus dibayar.

Tidak semua mobil bekas dengan harga murah, memiliki pajak yang murah juga. Karena komponen penentu pajak bermacam-macam, mulai dari estimasi harga pasar, besaran kapasitas silinder (CC), tahun produksi, serta lokasi samsat tempat registrasi mobil tersebut. Biasanya eks mobil mewah atau mobil eropa memiliki pajak yang lebih tinggi, walaupun harga jualnya rendah.

Ada berbagai cara mengecek pajak kendaraan, estimasi paling valid ya lihat saja di lembar pajak dibalik STNK. Tapi jika teman-teman masih di tahap awal memilih kendaraan bisa dengan menggunakan situs https://app.pemerintahkota.com/LandingP untuk mengetahui berapa estimasi pajak mobil tersebut.

https://app.pemerintahkota.com/LandingP

Tinggal pilih Jenis kendaraan, Merk Mobil, lalu tahun produksi serta tipenya, dan akan muncul estimasi biaya pajak hingga bea balik nama.

Memang estimasi ini tidak sepenuhnya tepat, karena masih ada satu faktor lagi yaitu lokasi Samsat tempat registrasi kendaraan. Setahu saya, pajak di Jogja misalnya akan lebih tinggi daripada di Jawa Tengah.

Jadi, beli mobil apa?