3 Bait Lagu Indonesia Raya

Akhir-akhir ini beredar broadcast di grup WA mengenai Lagu Indonesia Raya yang wajib dinyanyikan 3 stanza. Stanza merupakan kumpulan baris sajak yang menjadi satuan struktur sajak¬†biasanya lebih lazim kita dengar dengan istilah bait. Perlakuan wajib menyanyikan tiga bait Indonesia Raya ini ditujukan di wilayah sekolahan. Jadi bukan berarti setiap upacara, kita diminta menyanyikan lagu kebangsaan hingga 3 bait. Lagu Indonesia Raya sendiri termasuk salah satu lagu kebangsaan terpanjang di dunia. Bayangkan jika harus menyanyikan hingga tiga bait. Misalkan sebelum tim PSSI bertanding, bisa-bisa para pemain bisa capek duluan ūüėÄ

Wacana ini digulirkan oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Hilmar Farid. Beliau menjelaskan, saat ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sudah mengeluarkan surat edaran agar semua sekolah menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum memulai pelajaran dan diakhiri dengan menyanyikan lagu-lagu nasional. Sehingga menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza hanya melengkapi yang sudah ada sekarang dan ditegaskan melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud).

“Kalau yang tiga stanza nanti Permendikbud. Tapi keputusan untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya itu sudah ada surat edaran dari Pak Menteri, bulan April tahun ini sudah ada surat edaran, mari, memulai hari di kelas dengan Indonesia Raya dan menutup dengan lagu nasional.”, katanya.

Berikut ini lagu Indonesia Raya dengan tiga stanza:

Cipt. Wage Rudolf Soepratman

Stanza 1 (versi resmi Pemerintah, ditetapkan dengan PP44/1958)

Indonesia Tanah Airku, Tanah Tumpah Darahku.
Disanalah Aku Berdiri Jadi Pandu Ibuku.
Indonesia Kebangsaanku,
Bangsa dan Tanah Airku.
Marilah Kita Berseru, Indonesia Bersatu

Hiduplah Tanahku, Hiduplah Negeriku,
Bangsaku Rakyatku, Semuanya.
Bangunlah Jiwanya, Bangunlah Badannya,
Untuk Indonesia Raya.

Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka.
Tanahku, Negeriku yang Kucinta.

Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka.
Hiduplah Indonesia Raya.

Stanza 2 (tercakup PP 44/1958)

Indonesia Tanah yang Mulia, Tanah Kita yang Kaya.
Disanalah Aku Berdiri Untuk Slama-lamanya.
Indonesia, Tanah Pusaka.
Pusaka kita Semuanya.
Marilah kita Mendoa, Indonesia Bahagia.

Suburlah Tanahnya, Suburlah Jiwanya.
Bangsanya, Rakyatnya, Semuanya.

Sadarlah Hatinya, Sadarlah Budinya
Untuk Indonesia Raya.

Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka.
Tanahku, Negeriku yang Kucinta.

Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka.
Hiduplah Indonesia Raya.

Stanza 3 (tidak tercakup PP44/1958)

Indonesia Tanah yang Suci, Tanah Kita yang Sakti.
Disanalah Aku Berdiri Menjaga Ibu Sejati.
Indonesia Tanah Berseri, Tanah yang Aku Sayangi.
Marilah Kita Berjanji, Indonesia Abadi.

Slamatkan Rakyatnya, Slamatkan Puteranya,
Pulaunya, Lautnya, Semuanya.

Majulah Negerinya, Majulah Pandunya,
Untuk Indonesia Raya.

Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka.
Tanahku, Negeriku yang kucinta.

Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka.
Hiduplah Indonesia Raya.

Lagu Indonesia Raya versi asli ciptaan WR. Soepratman sendiri sebenarnya pada aslinya sudah memiliki 3 stanza. Tidak percaya? simak video Lagu Asli Indonesia Raya berikut.

Bukan main memang seniman Indonesia.

Nanda Widyatama

Seorang web developer. Gemar diajak kuliner. Suka fotografi. Sering ngedit sana ngedit sini. Suami yang siaga.