Cerita Cinta: Angsa atau Ayam!

Angsa-love

Sabtu kemarin, hari terakhir saya mengikuti kursus perkawinan di gereja. Ada satu cerita yang menggelitik saya, begini ceritanya.

Pada suatu ketika berjalanlah sepasang suami istri di pinggir sungai sambil bergandeng tangan seraya menikmati indahnya kemilau jingga sore hari. Kemudian dilihatnyalah sepasang angsa berenang di sungai sambil bercanda satu sama lain. Sang istri pun memulai percakapan.

Istri: Mas, lihat tuh ada sepasang ayam berenang. Romantis ya?

Suami: Iya betul romantis sekali, tapi itu bukan ayam, itu angsa Dik.

Istri: Kayak kita ya. Ayamnya lucu deh Mas.

Suami: Iya, kayak kita, tapi itu angsa ah Dik.

Istri: Itu ayam Mas.

Suami: Itu angsa Dik, coba lihat baik-baik.

Istri: Itu ayam Mas.

Suami: ITU ANGSA!

Istri: Itu ayam Mas.

Suami: (kehilangan kesabaran, sambil membentak) YA TUHAN, DIBILANGIN NGEYEL. KAMU TU BODO PO YA, ITU ANGSA. TITIK.

Istri: (sambil mulai berkaca-kaca dan menangis menatap sang suami) Itu ayam Mas.

Sang suami pun menatap istrinya yang sudah meneteskan air mata, lalu tersadar sambil berkata.

Suami: Iya Dik, itu ayam.

Kemudian istri pun tersenyum,, melepaskan gandengan tangannya, dan memeluk suaminya.

Istri: Terima kasih Mas, aku tau itu angsa.

Setelah mendengar cerita tersebut di atas, yang diucapkan oleh salah satu pendamping kami, saya pun menjadi sadar, bahwa sebagai sepasang penjalin cinta, tak semestinya kita bertengkar mempermasalahkan hal sederhana, mengalah mungkin salah satu solusi yang tepat untuk menyelesaikan pertengkaran kecil, karena

Dalam setiap pertengkaran terhadap suatu masalah, hal yang terpenting bukanlah siapa yang salah, siapa yang menang, bagaimana solusinya. Tapi yang paling penting adalah hubungan relasi kita berdua.

 

Nanda Widyatama

Seorang web developer. Gemar diajak kuliner. Suka fotografi. Sering ngedit sana ngedit sini. Suami yang siaga.