Jangan Menikah dengan Programmer

Saya adalah seorang programmer, dengan profesi web developer raden ngabehi. Saya juga seorang suami dari seorang istri. Lho lho lho, brati udah nikah to? Lha kok malah menyarankan untuk tidak menikahi Programmer?
Sabar bero, sabar. Pelan-pelan nanti akan saya ceritakan. Bagi anda para wanita yang mempunyai pacar/calon suami programmer, sepertinya anda perlu membaca tulisan saya ini. Oiya kalau mau baca, baca sampai akhir ya. Klo tidak mending ga usah baca sekalian 😀

Menikah, merupakan salah satu peristiwa sakral yang terjadi dalam lini masa kehidupan seseorang, paling tidak begitu menurut saya. Jadi karena sakral dan sekali seumur hidup, pasangan seharusnya mampu belajar memahami kehidupan programmer terlebih dahulu.

 

Programmer Itu

Programmer, seseorang yang akan sangat membosankan. Pada awalnya anda akan terkesima dengan kami, cara bicaranya yang terlihat intelek, kecerdasannya dalam menyelesaikan masalah rumit, pandangan masa depan yang cerah, yah gitu sekiranya pandangan orang awam. Namun lambat laun, kami akan terpola, seperti halnya kami membentuk algoritma dalam pemrograman. Pakaian yang rutin itu-itu saja, parfum yang tak pernah ganti, potongan rambut yg gitu terus. Jadi anda bosan ga melihatnya setiap hari seperti itu?

Programmer, itu pelupa. Suatu saat dia akan mengejutkanmu dengan mengingat hal-hal kecil yang tidak kamu sangka. Namun saat dia ada di dunianya, bahkan hal penting yang besar pun bisa terlupakan. Misal waktu janjian denganmu, atau mungkin hari spesial bagi kalian. Percayalah, kami berusaha mengingat semuanya, namun mungkin keterbatasan manusiawi menolaknya.

Programmer, cuek tapi peduli. Karena tugas kami menuntut perhatian akan kedetilan bahkan hingga karakter titik koma atau pun tanda sama dengan. Maka dalam kehidupan sehari-hari pun kami akan memperhatikan detil-detil kecil, seperti membetulkan tali bajumu yang mencong, atau meluruskan garis sisir di rambutmu.

Programmer, mempunyai rasa hormat yang tinggi. Kami tidak suka saat coding kami dikacaukan orang lain. Kami selalu memperjuangkan bahwa style coding kami atau bahasa pemrograman yang kami pakai adalah yang paling efisien. Sama halnya, kelak kami ingin kalian para istri menghargai apa yang kami perbuat, bahkan jika itu hal yang sepele menurut kalian, bisa jadi itu hal yang butuh perjuangan bagi kami.

Programmer, selalu berusaha membahagiakan orang lain. Koki, mungkin bisa memasak hanya untuk dirinya, Fotografer mungkin bisa memotret hanya untuk kesenangan pribadi. Namun kami programmer akan selalu berusaha membuat sesuatu yang bisa dimanfaatkan banyak orang, itu kepuasan kami. Sama saat kami kelak membantu kalian para istri, menyetrika, memasak, atau mungkin sekedar mengantar kemana kalian pergi. Membantu istri adalah kepuasan kami.

Programmer, itu belum tentu kaya dan sukses. Karena kami adalah seniman, yang cukup bahagia dengan hasil karya kami, entah itu bernilai atau tidak. Dan di Indonesia, jerih payah programmer masih dihargai terlalu rendah, masih kayak kuli.

 

Tapi

Nah sudah tau sedikit kehidupan programmer? Tapi tenang saja kami adalah orang yang setia, bahkan saat kami disakiti, seperti halnya kami cinta ngoding, bahkan saat coding itu membuat stress. Kami bertanggung jawab, karena kami sudah berkomitmen. Dan apa yang kami selalu lakukan, demi masa depan yang lebih baik di Indonesia ini.

Jadi maafkan kami, saat kami tidak bisa berlaku wajar seperti pegawai lainnya.

Maafkan kami jika kami sering membiarkan kalian tidur sendiri, sementara kami asik di depan laptop, tahukah kalian, kami sering menatap kalian tidur, sambil berkata dalam hati, suatu saat kalian pasti akan kami bahagiakan.

Maafkan kami, jika kami terkadang tidak nyambung diajak bicara, karena sedang ngelamun mikir ini itu.

Maafkan kami, jika kami menghabiskan waktu di depan laptop, menulis hal ga jelas demi harapan rejeki dari dunia maya.

 

Jadi jangan nikahi programmer, jika anda bukan seorang wanita yang tangguh, wanita yang setia, wanita yang bervisi tinggi. Karena kesejahteraan istri adalah sumber kebahagiaan suami. Karena segala usaha kami untuk membahagiakan istri, walau kadang dengan cara yang tidak kalian mengerti.
Karena impianku adalah suatu saat kita akan bahagia, menikmati hasil yang telah kita perjuangankan. Berkebun bersama di pagi hari. Memancing ikan bersama di siang hari. Bersenandung bersama di sore hari. Dan bermimpi indah bersama di malam ini.
Sekian.

 

Bagaimanapun, programmer butuh istri, istri yang akan menjadikan kami sukses. Karena selalu ada wanita hebat di samping pria sukses. 👫

I love my wife. ❤

Happy Anniversary Istriku tercinta.
Terima kasih sudah menjadi orang yang tangguh di sampingku. 

programmer-in-love

NB. Anak-anakku kelak jangan kerja sebagai programmer ya, jadikan ngoding itu hobi bukan profesi kecuali di luar negeri.

Nanda Widyatama

Seorang web developer. Gemar diajak kuliner. Suka fotografi. Sering ngedit sana ngedit sini. Suami yang siaga.