Alasan saya menggunakan WordPress

Berawal dari tulisan sebelumnya, beberapa teman menanyakan kepada saya. Mengapa harus WordPress? Kan banyak tuh platform CMS (Content Management System) yang lain? Oke di sini saya akan kupas tuntas alasan kenapa WordPress menjadi pilihan saya (dan banyak orang di dunia). 

Kita awali dulu pengertian kategori web.

Menurut saya, website di seluruh jagat ini terkategorikan menjadi 2 jenis. Content oriented website merupakan situs yang berisi konten, baik statis maupun dinamis, dan System oriented website yang mempunyai tujuan pengolahan data dan/atau komputasi.

System oriented itu misalnya website untuk KRSan mahasiswa, atau untuk penerimaan siswa baru secara online. Sedangkan content oriented website lebih luas lagi, mulai dari company profile, situs portofolio pribadi, hingga ke situs berita.

wordpress-on-macbook

Nah untuk membangun content oriented website, ada banyak cara. Mulai dengan membuat halaman statis, membangun system manajemen konten secara swadaya, ataupun yang paling terkenal adalah dengan menggunakan CMS ternama.

Pilihan CMS pun sangat banyak sekali. Mulai dari Blogger, Joomla, Drupal, dan yang paling terkenal adalah WordPress. Tentunya masih banyak CMS lainnya baik yang masih baru kinyis-kinyis ataupun yang telah mempunyai komunitas yang luas.

Lalu mengapa saya memilih WordPress?

1. Gratis, terkenal, dan mempunyai komunitas yang luas

Ya, okelah hampir semua CMS tersedia versi gratisnya. Tapi WordPress benar-benar bisa diunduh, dan bahkan kita pasang di localhost kita. Silahkan langsung menuju ke wordpress.org untuk mengunduh versi terbarunya.

Selain itu, WordPress sangatlah terkenal, bahkan, bisa dibilang, menguasai sebagian besar website di dunia maya.

cms-di-indonesia-trends.builtwith.com-cms-country-Indonesia
Sekitar 60% situs di Indonesia menggunakan WordPress (trends.builtwith.com)

Cukup di Indonesia saja, WordPress sudah menguasai pasar. Lalu apakah perlu kita ikut-ikutan mainstream? Jawabnya, PERLU. Karena dengan banyaknya pengguna, otomatis kita akan semakin mudah mendapatkan solusi, jika ada saatnya kita menemui masalah.

2. Pemasangan yang mudah

Sebagian besar pengguna komputer zaman modern ini sangat dimudahkan dengan adalah Installation Wizard. Untuk menginstal aplikasi, kita tidak perlu susah payah lagi mengcompile atau mengetikkan perintah via command line. Cukup dengan klik sini, klik sana, instalasi otomatis berjalan.

Begitu pula dengan WordPress. Jika kita tidak punya server, cukup kunjungi wordpress.com, signup, selesai. Namun ada baiknya kita menggunakan hosting pribadi. Bisa VPS atau pun shared hosting. Bahkan saat ini banyak penyedia hosting lokal yang menyedia hosting khusus WordPress. Hanya dengan membayar mulai 20rb per bulan, kita bisa memiliki hosting dan domain pribadi.

Kemudian instalasi menjadi sangatlah mudah, tersedia banyak tutorial lengkap di internet.

3. Kustomisasi tiada batas

Nah ini yang paling saya suka.

Tersedia buanyak sekali tema untuk WordPress, baik yang gratis maupun berbayar. Sangat fleksibel, kita bisa membuat one page company profile, ataupun masonry photo gallery, ataupun situs e-commerce sederhana.

Jika pilihan tema untuk layout dan design sangatlah beragam, tak kalah pula pilihan plugin untuk menambah fungsionalitas yang sangatlah beragam. Kita tidak perlu banyak mempelajari bahasa pemrograman.

Jika ditilik dari kelebihan-kelebihan diatas memang sepertinya WordPress tidak memiliki saingan yang berarti.

Namun bukan berarti WordPress tidak memiliki kekurangan. Tapi karena saya cenderung lebih suka berpikir positif, maka saya tidak akan menjabarkan kelemahan, karena setiap kelemahan tersebut pasti ada solusinya.

Tapi untuk membantu, saya menyimpulkan bahwa WordPress tidak cocok untuk anda:

  1. Programmer yang mempunyai idealisme tinggi terhadap struktur code.
  2. Seseorang yang ingin membuat website cepat yang apik, cantik, dan ciamik tanpa ingin repot. Karena untuk saat ini proses kustomisasi dari tema WordPress pun (terutama yang berbayar) membutuhkan effort yang cukup banyak.
  3. Yang menganggap barang gratis tidaklah bagus. Itu hanya menunjukkan jika anda kurang kreatif.
  4. Yang menginginkan segala otomatisasinya. Karena konten pun perlu diupdate gaes.

Jika anda di luar kriteria di atas, dan ingin memiliki website, cobalah WordPress. Kalian bisa mengikuti tutorial lengkap mengenai WordPress di sini.

Nah, sudah siap mencoba WordPress?

Nanda Widyatama

Seorang web developer. Gemar diajak kuliner. Suka fotografi. Sering ngedit sana ngedit sini. Suami yang siaga.