Bagaimana seharusnya lingkungan kerja programmer?

Pekerjaan saya adalah programming. Maka saya adalah programmer. Definisi programmer menurut wikipedia adalah profesi yang menulis program komputer menggunakan bahasa pemrograman. Jadi pekerjaan saya adalah menulis, merangkai kata-kata dalam suatu bahasa (pemrograman) tertentu, yang nantinya akan diinterpretasikan oleh komputer menjadi sebuah aplikasi/program.

Menjadi seorang programmer cukup sulit lho. Kita selayaknya mampu menguasai beberapa bidang keilmuan. Yang pertama tentu saja BAHASA. Seperti layaknya penulis, menulis kode juga memerlukan ketepatan grammar, atau lebih sering disebut syntax. Misal dalam bahasa PHP kondisi dituliskan if(kondisi) { aksi dijalankan }, kita tidak bisa merubah serta merta menjadi fi{aksi} (kondisi dijalankan), dijamin syntax error (LOL). Bahkan lebih sulit daripada penulis. Karya penulis tetap bisa dinikmati, seandainya ada kesalahan tanda baca atau typo. Namun karya seorang programmer menjadi gagal, saat terdapat typo di barisan kode, meskipun itu hanya sebuah titik-koma.

Berikutnya, seorang programmer sewajibnya menguasai LOGIKA MATEMATIS. Wis ga perlu dijelasno maneh, yang namanya kode pemrograman pasti erat dengan logika. Nek nglogika we ra cetho, mending rasah dadi programmer, mbangane rekoso uripmu. Sulit berarti? ga juga. Karena logika itu sudah bawaan lahir makhluk hidup. Bayi hewan yang baru lahir akan menganggap makhluk hidup pertama yang ditemuinya sebagai induknya. Otomatis manusia lebih cerdas dari itu.

Selain bahasa dan logika, yang perlu dimiliki untuk menjadi programmer yang handal, adalah KREATIVITAS. Seperti tagline blog saya ini, programmer is an artist, programmer adalah seniman. Seorang seniman membutuhkan kreativitas untuk berkarya. Kreativitas tidak harus selalu hal baru, namun bisa juga dengan penentuan jalur yang lebih optimal, atau bisa juga mencari alternatif dari cara yang biasa. Karena seorang seniman bisa dikatakan seniman, saat dia mempunyai karya yang tidak sama dengan yang lain, bukan plagiat, bukan peniru, bukan duplikator, walaupun mungkin terinspirasi dari karya orang lain. Jika seorang programmer tidak memiliki ruang kreativitas, maka dia sama seperti tukang fotokopi yang hanya menyalin naskah tumpukan kode-kode logika.

Sebagai tambahan, menjadi programmer juga perlu menguasai hal keilmuan lain, sesuai dengan proyek yang sedang dikerjakannya. Misal kita sedang bekerja terhadap instansi pendidikan, maka sudah seharusnya kita mengetahui alur pendidikan yang ada, agar produk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan dengan optimal. Tidak hanya dipakai untuk pengajuan proposal dana, tapi harus tetap dimanfaatkan.

Dari beberapa hal di atas, lingkungan bekerja bagaimanakah yang seharusnya dimiliki oleh programmer? Yang jelas lingkungan yang tidak membatasi kreativitas, lingkungan yang penuh dengan sumber daya. Internet saat ini merupakan sumber daya yang sangat berarti. Sudah jarang ditemukan old-school programmer, yang bisa menghapal semua syntax, yang bisa coding tanpa buka referensi. Selain itu lingkungan yang membuat nyaman kerja programmer sangat diidamkan. Biasanya kerja programmer freelance atau online sangat diidamkan, karena kita bisa mengeset workspace kita sendiri. Namun kelemahan freelance adalah jaminan financial yang tidak pasti. Jaminan financial yang pasti bisa kita dapat, yaitu dengan mengabdi terhadap perusahaan/instansi, namun bisa dipastikan kreativitas tidak dapat berkembang pesat. Mana yang akan kita pilih, silahkan pertimbangkan sendiri, bicarakan dengan keluarga anda masing-masing.

Jadi, wahai programmer, tentukan buatlah lingkungan kerja yang nyaman buat anda. Dan tetaplah berkarya.

programmer-workspace
www.andysowards.com

Nanda Widyatama

Seorang web developer. Gemar diajak kuliner. Suka fotografi. Sering ngedit sana ngedit sini. Suami yang siaga.