Seri Kekuatan Sebuah Kata : ‘sabar’

SABAR, merupakan kata yang sering kita dengar, sangat awam mungkin, namun sebesar apakah makna yang terkandung di dalamnya? Mari kita ulik bersama-sama.

 

Sabar (kata sifat – ks) menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah

  • tahan menghadapi cobaan (tidak lekas marah, tidak lekas putus asa, tidak lekas patah hati); tabah: ia menerima nasibnya dng –; hidup ini dihadapinya dng –;
  • tenang; tidak tergesa-gesa; tidak terburu nafsu: segala usahanya dijalankannya dng –;

 

Sabar biasanya identik dengan tingkat kedewasaan seseorang (menurut kebanyakan orang sih) namun disadari ataupun tidak, tingkat tertinggi kesabaran seseorang berada pada usia dewasa (kalau saya boleh bilang dalam rentang 18-40 tahun). Sekarang coba kita lihat mulai saat kita dilahirkan, merupakan puncak dari ketidaksabaran kita (apalagi yang lahir prematur, semakin tidak sabar saja melihat dunia, hehe…). Bayi kecil mungil lucu yang sangat tidak sabaran menuntut berbagai macam hal yang kadang membuat sang Ayah dan Ibu stres (apalagi anak pertama). (Oke kita dapat satu kata yang berhubungan dengan sabar, yaitu kata tuntut. Sabar berbanding terbalik dengan tuntut). Begitupula saat usia sudah mulai senja, tingkat kesabaran kita akan menurun drastis.

Kita lanjutkan, kata sabar akan semakin melekat setelah seseorang beranjak dewasa, mulai dengan latihan kesabaran terhadap teman yang beraneka ragam (sifatnya maksudnya), tekanan dalam sekolah, dan yang paling besar adalah masa pacaran. Mulai dari sabar menanti waktu yang tepat untuk ‘nembak’ sampai nanti tiba saatnya latihan kesabaran menunggu sang kekasih berdandan (untungnya penulis bisa melewatinya dengan mudah : PASS). Itu baru soal waktu, belum nanti saatnya adu argumen datang, tiba saatnya dihadapkan pada dua pilihan yang membuat kita dilema yaitu ngotot mempertahankan argumen kita (dengan resiko bubar jalan grak) atau mengalah (lagi???) dengan menjatuhkan harga diri sendiri. (Satu kata lagi yang berhubungan dengan sabar, yaitu kata harga diri. Sabar berbanding terbalik dengan harga diri) Menurut saya sih mending pilih opsi kedua, karena secara tidak langsung kita sudah melangkah satu tahap menuju kedewasaan ideal (zzz susah cari istilahnya) . Hal ini biasanya lebih banyak dialami oleh pria daripada wanita (no offense).

Kata lain yang paling berpengaruh dalam tingkat kesabaran seseorang adalah pekerjaan. Tidak dipungkiri sebagian besar orang di dunia ini akan dihadapkan pada pekerjaan yang tidak ‘dicintai‘, namun secara ‘terpaksa‘ harus tetap dijalani. Jam kerja yang terlalu ketat, beban kerja yang terlalu berat, lingkungan kerja yang tidak ramah, ataupun atasan yang tidak ‘merakyat‘, merupakan ujian-ujian kesabaran tingkat tinggi. Namun tahukah kalian bahwa kunci sukses adalah kesabaran. Bisa kalian lihat banyak orang sukses karena bersabar (silahkan googling).

Nah lalu bagaimana kita bisa menjadi orang sabar? Di sinilah kuncinya, gunakan kata sabar sesering mungkin pada diri sendiri. Secara reflek kita akan mengelus dada dan mengucap “sabar, sabar, sabar…” saat ujian kesabaran itu muncul. Reflek tersebut muncul karena ‘elusan dada’ itu akan menciptakan ketenangan (seiring dengan normalnya detak jantung). Cara lainnya adalah bercerita tentang ujian kesabaran yang kita hadapi kepada orang terdekat, dengan berharap bahwa orang terdekat kita akan mengucap kata ajaib sabar. Kalimat “… yang sabar ya mas, nanti pasti ada jalan ..” atau ” … sabar aja mungkin memang belum saatnya …” atau kalimat serupa lainnya, akan membuat kita merasa tenang. Yang ketiga adalah dekapan/pelukan, ya benar, saat emosi tingkat tinggi mulai meluap, pelukan dari orang terdekat akan menyabarkan kita.

Sabar itu ada batasnya!” Ya memang betul, tapi siapakah yang menciptakan batas kesabaran? kita sendiri bukan? jadi kenapa tidak kita hilangkan batas itu sehingga kita mempunyai “Kesabaran tanpa batas”. Tapi tetap saja kita harus logis dan realistis dalam bersabar. 😉

Bagi orang jawa pasti pernah mendengar istilah “seng sabar yo le …” dari ibu kita. Percaya atau tidak ucapan itu akan melegakan hati kita, dan membuat jernih pikiran kita.

Nah mulailah gunakan kata sabar terhadap diri sendiri maupun terhadap orang-orang terdekat yang kita sayangi. Jangan takut tidak mendapatkan hasil, setiap aksi pasti ada reaksi, kita akan menuai apapun yang kita tanam.

 

referensi :

  • http://www.artikata.com
  • http://danisetiyawan.com
  • http://filsafat.kompasiana.com/2011/10/02/etimologi-kesabaran/

Nanda Widyatama

Seorang web developer. Gemar diajak kuliner. Suka fotografi. Sering ngedit sana ngedit sini. Suami yang siaga.