Menjadi Penggemar Chelsea FC part 1

Setelah tersingkirnya klub sepakbola yang saya idolakan dari perhelatan Liga Champion – setelah kalah agresivitas gol tandang dengan PSG – dua hari yang lalu, dan setelah membaca postingan teman saya tentang klub idolanya, saya mengingat-ingat kembali, kapan dan mengapa saya mengidolakan Chelsea FC (daydreaming)

The Beginning

Pertandingan pertama Chelsea FC yang saya tonton di layar kaca adalah saat melawan Manchester United (MU) di kandang pada musim liga 1999/2000. Saat itu, Chelsea yang dimotori oleh Gustavo Poyet dan Gianfranco Zola, menghajar MU dengan skor telak 5-0. Wauw.. edan nih tim, saat itu MU sedang naik daun dengan generasi emasnya seperti Roy Keane, D. Beckham, R.Giggs, Scholes, kembar Yorke dan A. Cole, dan mereka baru saja memenangi Treble Winner di musim sebelumnya. Nah, telak saja saya tiba-tiba menyukai tim Chelsea ini. Walaupun alasan utamanya karena jersey utamanya berwarna biru, maklum saya pecinta warna biru, sebelumnya saya mendukung klub Italia Lazio – yang berjersey biru langit dan menjadi scudetto di musim itu, kita bahas lain kali -. Dan ndilalahnya saat itu awal mula pertandingan liga inggris disiarkan di TV Antena.

 

Chelsea Squad 1999-2000
Chelsea 1999/2000 Formation

Kembali ke Chelsea, saat itu penasaran nonton pertandingannya gara² ga ada acara TV yang bagus. Melihat kedalaman squad kedua tim, rasanya dan harusnya pertandingan berjalan berat sebelah kubu merah, namun buruknya performa kiper MU (M. Taibi – yang menurut saya kiper terburuk yang pernah dimiliki MU) menjadikan kesetimbangan berbalik berat. Gocekannya Zola, tlusubannya Poyet, kencengnya Babayaro, dan sangarnya Desailly membuat Generasi Emas (kecuali kiper) MU mati kutu. Lima kosong alias lima enol, menjadi skor akhir. Nah semenjak itu, saya mulai gemar menonton pertandingan si biru Chelsea dan mulai meninggalkan Lazio dan liga itali. Karena saya suka tim underdog mengalahkan tim besar. Menonton Liga Inggris itu seru :thumbup

The Rises

Tiga tahun kemudian, Mr. Roman ‘Rich’ Abramovich datang, membeli klub Chelsea yang kemudian membuatnya finish di peringkat dua liga, serta menjadi semifinalis Liga Champion. Setahun berikutnya sang bos bersepekulasi membeli manajer yang baru saja menjuarai Liga Champion bersama FC Porto, – yang kelak bisa kita sebut sebagai salah satu manajer/pelatih terbaik Chelsea -, ya, dia adalah Jose Mourinho (salah satu manajer favorit saya). Serta menggelontorkan dana sedemikian banyak untuk membeli berbagai pemain yang berikutnya menjadi legenda membantu tim menorehkan berbagai kemenangan, sebut saja Petr Cech, Didier Drogba, Arjen Robben, Ricardo Carvalho, dan Paulo Ferreira. Pada akhirnya berbuah manis menjuarai liga musim 2004/05 yang pertama kali setelah 50 tahun.

Chelsea Squad 2004/2005 Champion
Chelsea 2004/2005 Formation

Musim 2004/2005 memang menjadi kebangkitan Chelsea baik di kompetisi domestik maupun kompetisi eropa. Dua tahun berturut-turut, Jose Mourinho membawa Chelsea menjuarai liga. Tim yang dimiliki saat itu, menurut saya sangatlah komplit, ingat komplit bukan menonjol, mereka tidak memiliki ahli dribel bak Ronaldinho, atau kreator serangan bak Zidane, atau pula tembok pertahanan bak Maldini Nesta, tapi mereka punya teamwork dan kemampuan yang merata. Keahlian sang manajer untuk tidak menganak emaskan bintang-bintang berharga tinggi yang dibeli oleh sang pemilik, membuat kondisi tim di ruang ganti sangatlah nyaman, menghindari berita-berita ketidakharmonisan yang ada di tim. Membuat para pemain segan terhadap pemilik dan manajer mereka. Itulah yang saya sukai, terlepas dari seragamnya yang berwarna biru.

 

Untuk sementara sekian dulu yang bisa saya ceritakan, di postingan berikutnya saya akan coba mengupas era yang baru, evolusi manajer dan para pemain, kalau ada tingkat keseloan dan niat nulis yang tinggi lagi. Yang jelas apapun klub yang kalian dukung, bertahanlah, karena permainan itu ada menang ada yang kalah, mencintai klub sebagai bagian dari hidup. #KTBFFH

 

sumber :

  • Pengalaman saya sendiri
  • http://en.wikipedia.org/wiki/Chelsea_F.C.
  • http://www.theguardian.com/football/1999/oct/03/newsstory.sport17
  • http://www.chelseafc.com/

Nanda Widyatama

Seorang web developer. Gemar diajak kuliner. Suka fotografi. Sering ngedit sana ngedit sini. Suami yang siaga.